Baru Sebulan Diaspal, Jalan Ikan Wader Pari Banyuwangi Sudah Retak dan Amblas, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Daerah | 29-Jan-2026 06:24 WIB | Dilihat : 151 Kali
Baru Sebulan Diaspal, Jalan Ikan Wader Pari Banyuwangi Sudah Retak dan Amblas, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek / Ruslan AG (30-Jan-2026)
BANYUWANGI || GIRIPOS.com — Kondisi ruas Jalan Ikan Wader Pari, Kecamatan Banyuwangi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Jalan yang baru sekitar satu bulan lalu diaspal menggunakan lapisan Hotmix kini sudah mengalami kerusakan serius, mulai dari retakan memanjang, amblas, hingga permukaan bergelombang.
Padahal, jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung Kelurahan Kertosari dan Kelurahan Karangrejo, yang setiap hari digunakan warga untuk aktivitas kerja, sekolah, hingga distribusi ekonomi. Kerusakan dini ini memunculkan pertanyaan besar terkait kualitas pengerjaan proyek pengaspalan.
Salah seorang warga setempat, Moh Ihsan, mengaku kecewa dan prihatin melihat kondisi jalan yang seharusnya masih dalam kondisi prima.
“Ini jalan baru diperbaiki, belum satu bulan sudah retak dan amblas. Kalau hujan turun, air menggenang di bagian yang amblas itu. Sangat berbahaya, terutama bagi pengendara motor,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (29/1/2026).
Menurut Ihsan, kerusakan tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Ia khawatir, jika tidak segera ditangani, kondisi jalan akan semakin parah.
“Kalau dibiarkan, retakannya pasti melebar dan amblasnya makin dalam. Ini akses utama warga. Kami berharap ada perbaikan segera, sekaligus evaluasi kualitas pengerjaannya,” tegasnya.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan di beberapa bagian jalan. Selain retak dan amblas, lapisan aspal tampak tidak rata dan bergelombang, indikasi kuat adanya persoalan teknis dalam proses pengerjaan.
Seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya menduga, kerusakan dini ini dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya:
▪︎ Sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, sehingga air meresap ke struktur jalan
▪︎ Pemadatan tanah dasar yang kurang maksimal
▪︎ Kualitas material Hotmix yang diduga tidak sesuai standar teknis
“Kalau pengerjaannya benar dan sesuai spesifikasi, tidak mungkin jalan baru sebulan sudah rusak seperti ini,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi teknis terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Selain itu, warga juga meminta pengawasan ketat terhadap proyek infrastruktur, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Ini jalan pakai uang rakyat. Sudah seharusnya hasilnya berkualitas dan tahan lama. Jangan sampai baru sebulan rusak, sementara masyarakat yang menanggung risikonya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kerusakan maupun rencana tindak lanjut perbaikan Jalan Ikan Wader Pari. (rag/01-bwi)
