Bau Peternakan Ayam Diprotes Warga, CV Bumi Indah Hentikan Sementara Pengolahan Limbah

Peristiwa | 31-Dec-2025 05:34 WIB | Dilihat : 144 Kali

Wartawan : Arif Bli
Editor : Arif Bli
Bau Peternakan Ayam Diprotes Warga, CV Bumi Indah Hentikan Sementara Pengolahan Limbah Foto : HRD dan Legal CV Bumi Indah, Tama saat melakukan klarifikasi kepada awak media. (giripos)

BLITAR || Giripos.com – Keluhan warga Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar terkait bau menyengat yang diduga dari aktivitas peternakan ayam milik CV Bumi Indah akhirnya mendapat respons. 

Perusahaan tersebut memutuskan untuk menghentikan sementara proses pengolahan limbah setelah adanya protes dari masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan oleh HRD dan Legal CV Bumi Indah, Tama, di hadapan awak media. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan menghormati aspirasi masyarakat serta telah mengambil sejumlah langkah konkret guna menekan dampak bau yang ditimbulkan.

“Aspirasi masyarakat kita tampung dan kita hormati. Itu hak masyarakat,” kata Tama, Rabu (31/12/2025).

Tama juga menjelaskan bahwa perusahaan telah menghentikan sementara aktivitas pengolahan limbah yang berpotensi menimbulkan bau, khususnya pada tahapan fermentasi dan pengeringan.

“Proses fermentasi dan pengeringan memang menghasilkan uap yang berbau,” ujarnya.

Selain itu, manajemen mengakui bahwa pengelolaan limbah padat masih menjadi perhatian utama. Meskipun peralatan pengolahan limbah baru telah terpasang, efektivitasnya dinilai belum maksimal.

“Semua peralatan sudah datang dan terpasang. Hanya saja, dari segi efisiensi masih belum optimal. Kami akan berkoordinasi dengan pabrikan untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi,” jelas Tama.

Meski demikian, pihak perusahaan menyebutkan bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium, kualitas udara di sekitar peternakan masih berada dalam batas aman sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Udara Ambien.

“Kalau dari uji lab sudah bagus dan sesuai parameter. Bau memang tidak bisa dinolkan sepenuhnya, tetapi masih dalam baku mutu,” tandasnya.

Saat ini, populasi ayam di peternakan CV Bumi Indah mencapai sekitar 300 ribu ekor. Limbah kotoran ayam dikeluarkan secara bertahap setiap dua hari sekali, dengan volume sekitar satu truk per pengeluaran. Limbah tersebut dikeringkan terlebih dahulu sebelum diolah kembali menjadi bahan baku pupuk.

“Setelah dikeringkan bentuknya seperti bubuk kopi. Selanjutnya masih diolah lagi dengan campuran dan formula tertentu,” ungkap Tama.

Sebagai bentuk komitmen, CV Bumi Indah berencana mengundang warga untuk melihat langsung proses pengolahan limbah setelah seluruh peralatan berfungsi optimal.

“Kalau alat sudah siap semua, warga akan kami undang untuk ikut melihat langsung. Kami ingin memastikan bau bisa diminimalkan,” tegasnya.

Terkait komunikasi lanjutan, Tama mengakui belum ada pertemuan kembali dengan warga. Namun, perusahaan menegaskan fokus utama saat ini adalah memenuhi tuntutan masyarakat agar bau tidak lagi mengganggu.

“Tuntutan warga adalah tidak ada bau. Aktivitas pengolahan yang memicu bau sudah kami hentikan sementara,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga dari sejumlah RT di Dusun Bintang sempat memasang spanduk dan poster sebagai bentuk protes dan menyatakan akan menutup akses menuju kandang peternakan apabila keluhan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

Selain itu warga juga menyebutkan bahwa sejumlah hearing yang telah dilakukan dinilai belum menghasilkan solusi nyata. (rf)

Related Articles