CV Lubis Abadi Jaya Diduga Kejar Keuntungan Besar dalam Proyek Rehabilitasi SD Wangkal Wetan, Material Galvalum Disorot

Daerah | 17-Dec-2025 11:11 WIB | Dilihat : 132 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
CV Lubis Abadi Jaya Diduga Kejar Keuntungan Besar dalam Proyek Rehabilitasi SD Wangkal Wetan, Material Galvalum Disorot foto istimewa

Pasuruan | Giripos.com- Pekerjaan Proyek Rehabilitasi SD Wangkal Wetan di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, yang dibiayai melalui APBD, kembali menuai sorotan. Meski sebelumnya telah diberitakan, pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan hingga kini belum memberikan tanggapan.

Proyek yang dilaksanakan oleh CV Lubis Abadi Jaya tersebut diduga tidak sepenuhnya mematuhi standar material dan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen perencanaan. Selain itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga dipertanyakan, meskipun item tersebut tercantum dalam anggaran proyek.

Dugaan tersebut menguat setelah tim awak media melakukan penelusuran langsung ke lokasi proyek pada Selasa (16/12/2025). Salah seorang pekerja pemasangan galvalum mengaku tidak mengetahui adanya dokumen sertifikasi atau keterangan kelayakan material yang digunakan.

> “Saya hanya bekerja sesuai perintah. Untuk pemasangan galvalum, saya tidak tahu soal surat atau sertifikasi material. Kalau mau lebih jelas, silakan hubungi Pak Dani, dia yang memberi perintah,” ujar pekerja tersebut.

 

Selain dugaan penggunaan galvalum yang tidak disertai keterangan Standar Nasional Indonesia (SNI), pekerjaan pengecoran kolom dan tulangan gantung juga disebut-sebut tidak menggunakan pasir Lumajang serta dilakukan tanpa alat molen, yang berpotensi memengaruhi mutu konstruksi.

Konsultan Pengawas Disorot

Sorotan juga diarahkan kepada konsultan pengawas, CV Eka Design, yang dinilai kurang menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Berdasarkan keterangan pekerja di lokasi, konsultan pengawas hanya hadir sekali pada tahap awal pekerjaan dan tidak terlihat melakukan pengawasan lanjutan.

Padahal, konsultan pengawas memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai spesifikasi teknis, mutu, dan administrasi.

Tanggapan LSM

Seorang perwakilan LSM, Heri, menilai dugaan kelalaian tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak masyarakat.

> “Ini proyek negara, menggunakan uang rakyat. Jika pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi dan standar keselamatan, maka berpotensi membahayakan. Pihak terkait seharusnya tidak diam,” tegas Heri.

 

Hak Jawab

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek CV Lubis Abadi Jaya, konsultan pengawas CV Eka Design, serta PPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers

Agung

Tags :

#Daerah

Related Articles