Diduga Langgar SOP, SPPG Bagikan Telur Mentah dalam Program MBG di SMKN 1 Blitar
Pendidikan | 29-Dec-2025 08:24 WIB | Dilihat : 141 Kali
Foto : Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa. (Dok.ist)
BLITAR || Giripos.com – Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, SPPG Plosokerep yang berlokasi di Jalan Kenari, Kota Blitar, diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa SMK Negeri 1 Blitar.
Keluhan tersebut mencuat setelah adanya orang tua siswa mendapati menu MBG yang dibagikan berupa telur mentah. Dikutip dari laman beritablitar.com menu yang diterima siswa terdiri dari enam butir telur mentah, satu buah apel, satu buah pir, satu bungkus roti, dan satu liter susu, yang dirapel untuk konsumsi selama enam hari.
Padahal, berdasarkan SOP yang berlaku, selama masa liburan sekolah makanan yang diperbolehkan untuk dibagikan adalah makanan kering, bukan makanan mentah. Selain itu, pendistribusian makanan hanya diperkenankan untuk dirapel maksimal tiga hari, bukan enam hari.
“Hari ini siswa SMK Negeri 1 mendapatkan MBG berupa telur mentah yang dirapel untuk enam hari. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini," ujar salah satu wali murid berinisial SG, dengan nada kecewa.
SG menegaskan bahwa ketidaksesuaian tersebut berpotensi menimbulkan risiko, baik dari sisi keamanan pangan maupun efektivitas pemenuhan gizi bagi siswa. Ia juga menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Sesuai SOP, pembagian makanan MBG seharusnya dilakukan secara rutin setiap hari Senin dan Kamis. Namun, dalam praktiknya, ketentuan tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya, sehingga memunculkan pertanyaan terkait kelayakan dan keamanan makanan yang diterima siswa.
Menanggapi hal ini, orang tua siswa berharap pihak berwenang segera melakukan investigasi terhadap SPPG tersebut guna memastikan kepatuhan terhadap SOP serta mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Selain itu, pihak sekolah dan orang tua juga didorong untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi agar setiap keluhan dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga kesejahteraan siswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Plosokerep belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan klarifikasi yang telah disampaikan melalui pesan WhatsApp.
Para orang tua berharap program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan asupan makanan yang aman, layak, dan bergizi bagi para siswa. (rf)
