DPC GRIB JAYA Blitar Kawal Warga Terdampak Limbah Pertenakan Sapi di Desa Gununggede
Peristiwa | 03-Oct-2025 08:24 WIB | Dilihat : 367 Kali
Foto : Puluhan Warga terdampak berada di dekat aliran sungai yang diduga tercemar limbah aktivitas pertenakan sapi. (dok.giripos)
BLITAR || Giripos.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Blitar turun langsung mengawal keluhan warga Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto, yang terdampak limbah yang diduga berasal dari aktivitas peternakan sapi milik PT Karya Suci Putra Prasetya (KSPP).
Langkah ini dilakukan menyusul adanya banyaknya keluhan warga setempat yang merasa dirugikan akibat dugaan pengelolaan limbah yang tidak dikelola dengan baik.
Ketua DPC GRIB Blitar, Mujiono atau lebih akrab disapa Tyson, didampingi Ketua PAC Wonotirto, Suharni mengatakan bahwa kemarin setelah melakukan hearing dengan Komisi III DPRD Kabupaten Blitar dan instansi terkait, langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pertenakan sapi milik PT KSPP.
"Dari sidak kemarin, saya melihat sendiri jika pengelolaan limbah sapi milik PT KSPP belum dikelola dengan baik," kata Tyson.
Tyson pun secara tegas menyampaikan, bahwa DPC dan PAC Wonotirto siap mendampingi warga yang terdampak untuk mendapatkan keadilan.
“Kami satu komando, untuk tidak akan tinggal diam. Ini menyangkut kesehatan dan lingkungan warga. DPC maupun PAC Wonotirto akan mengawal proses ini sampai ada penyelesaian yang jelas yang berpihak pada warga,” tegasnya Jumat (3/10/2025).
Ia juga mendorong pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan di kantor PT KSPP untuk menindaklanjuti, sesuai yang sudah disepakati bersama pada hari Kamis, (2/10/2025).
"Semoga dengan adanya kesepakatan bersama tersebut, pihak PT KSPP bisa memperbaharui pengelolaan limbahnya dalam waktu satu bulan kedepan," tutup Tyson.
Sementara, Suharni selaku Ketua PAC Wonotirto menambahkan bahwa ada beberapa tuntutan dari warga yang terdampak yang belum dibahas pada saat pertemuan dengan pihak pengelola pertenakan.
"Tuntutan yang warga minta adalah pemberian kompensasi kepada yang terdampak. Lalu meminta agar sumber mata air (sungai) kembali jernih, sehingga bisa digunakan bahkan bisa dikonsumsi kembali," ucap Suharni yang juga terdampak.
Selain itu, warga berharap adanya mobil siaga yang bisa dimanfaatkan untuk semua warga desa Gununggede yang membutuhkan. Serta adanya penerangan jalan yang menuju sumber mata air (sungai).
"Saya berharap permintaan warga ini bisa terealisasi, sehingga bisa menjadikan solusi antara kedua belah pihak," pungkasnya. (Arifbli)
