Dugaan Setoran ke Oknum, Integritas Petugas Lapas Kelas IIA Bojonegoro Dipertaruhkan

Peristiwa | 16-Feb-2026 02:57 WIB | Dilihat : 90 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Dugaan Setoran ke Oknum, Integritas Petugas Lapas Kelas IIA Bojonegoro Dipertaruhkan Dugaan Setoran ke Oknum, Integritas Petugas Lapas Kelas IIA Bojonegoro Dipertaruhkan / Redaksi (16-Feb-2026)

Bojonegoro | giripos.com - Dugaan peredaran narkotika dari dalam Lapas Kelas IIA Bojonegoro memasuki babak serius. Informasi yang dihimpun menyebut adanya aktivitas mencurigakan di sejumlah blok hunian serta dugaan aliran dana rutin kepada oknum petugas berinisial S dan L.

Selain itu, muncul pula dugaan keterlibatan oknum berinisial W yang disebut menjual pipet (alat bantu hisap narkoba) di dalam lapas. Praktik tersebut dinilai dapat mempermudah penyalahgunaan narkotika oleh warga binaan.

Beberapa nama warga binaan turut disebut dalam informasi awal, yakni Nyambek dan Y di Blok A5, D di Blok B6, serta I di Blok B7. Namun seluruh informasi ini masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian resmi dari otoritas berwenang.

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menyatakan pihaknya memberikan ultimatum selama tiga hari kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur untuk melakukan inspeksi mendadak dan membuka hasil pemeriksaan secara transparan.

“Jika tidak ada langkah konkret, maka ini patut diduga sebagai pembiaran sistemik. Jangan sampai Lapas Kelas IIA Bojonegoro berubah menjadi pusat kendali narkoba dari balik jeruji,” tegas Baihaki.

Menurutnya, apabila hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian struktural atau keterlibatan oknum, maka pencopotan pimpinan lapas harus menjadi konsekuensi logis.

“Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkotika. Jika ada yang bermain, jangan dilindungi. Copot dan proses hukum,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lapas Kelas IIA Bojonegoro maupun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi integritas lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur.

Reporter: Ikhlas

Related Articles