Efek Proyek Tol Demak-Jepara Bakal Berimbas pada 103 Desa di 4 Kabupaten

Daerah | 12-Feb-2024 03:11 WIB | Dilihat : 41 Kali

Wartawan : redaksi
Editor : redaksi
Efek Proyek Tol Demak-Jepara Bakal Berimbas pada 103 Desa di 4 Kabupaten

DEMAK || Bratapos.com - Rencana pembangunan jalan tol Demak-Jepara yang ditargetkan selesai pada tahun 2030 akan berdampak pada 103 desa di empat kabupaten, yaitu Demak, Kudus, Pati, dan Rembang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Bambang Widiyanto, dalam rapat koordinasi dengan para bupati dan wali kota di kantor PUPR Jateng, Jumat (09/02/2024).

Menurut Bambang, pembangunan tol Demak-Jepara yang memiliki panjang sekitar 120 kilometer ini membutuhkan lahan seluas 1.200 hektare, yang sebagian besar berada di wilayah pertanian dan pemukiman.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei dan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak, dan mendapatkan respons yang positif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, dan mereka menyambut baik rencana pembangunan tol ini.

Mereka mengharapkan tol ini bisa meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian di wilayah mereka,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, pembangunan tol Demak-Jepara akan dilakukan dengan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dengan biaya yang ditaksir mencapai Rp15 triliun.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan izin prinsip dari Kementerian PUPR, dan sedang menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

“Kami berharap proses perizinan dan pembebasan lahan bisa selesai tahun ini, sehingga pembangunan fisik bisa dimulai tahun depan. Target kami, tol ini bisa beroperasi pada tahun 2030,” ujar Bambang.

Tol Demak-Jepara merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya.

Tol ini diharapkan bisa memperpendek waktu tempuh antara Demak dan Jepara, yang saat ini mencapai dua jam, menjadi hanya 30 menit.

Tol ini juga diharapkan bisa meningkatkan potensi pariwisata dan industri di kedua kabupaten tersebut. (Arifin)

Related Articles