Fenomena Rakyat Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Cermin Kekecewaan pada Pemerintah Daerah

Peristiwa | 05-Dec-2025 11:11 WIB | Dilihat : 115 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Fenomena Rakyat Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Cermin Kekecewaan pada Pemerintah Daerah “Kalau menunggu pemerintah, entah kapan diperbaiki

Sampang | giripos.com – Fenomena warga turun langsung memperbaiki jalan rusak secara swadaya kembali terjadi di berbagai daerah, termasuk di sejumlah desa di Kabupaten Sampang. Kondisi ini mencerminkan tingginya rasa frustrasi masyarakat terhadap lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur dasar.


Di banyak titik, warga terlihat bergotong-royong menambal lubang menggunakan tanah, batu kapur, bahkan patungan membeli material seadanya. Semua dilakukan demi keamanan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas ekonomi sehari-hari.


“Kalau menunggu pemerintah, entah kapan diperbaiki. Setiap hari ada saja motor jatuh karena lubang makin dalam,” ujar salah satu warga yang ikut kerja bakti memperbaiki jalan. Ia mengaku langkah swadaya ini terpaksa dilakukan karena sudah berkali-kali melapor tanpa hasil.


Padahal, infrastruktur jalan merupakan kebutuhan vital yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah. Jalan rusak tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga menurunkan produktivitas ekonomi warga, meningkatkan biaya transportasi, serta membahayakan keselamatan.


Para tokoh masyarakat menilai fenomena perbaikan jalan secara swadaya adalah bukti nyata bahwa rakyat semakin kehilangan kesabaran. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap gerakan spontan ini, tetapi menjadikannya alarm agar program pembangunan lebih tepat sasaran, transparan, dan responsif.
Sebagian warga juga mendesak agar anggaran perbaikan jalan yang sudah dialokasikan segera dieksekusi, bukan hanya menjadi wacana tahunan. “Kami hanya ingin jalan layak, tidak lebih. Jika rakyat saja bisa bergerak, masa pemerintah tidak mampu?” ungkap warga lainnya.


Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah: ketika rakyat harus mengambil alih tugas negara, berarti ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah diharapkan segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar warga tidak terus memikul beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab publik. *

ikhlas

Related Articles