Gebenur Jawa timur Khofifah Turun ke lokasi Banjir di Pasuruan

Pemerintahan | 27-Mar-2026 03:25 WIB | Dilihat : 39 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Gebenur Jawa timur Khofifah  Turun ke lokasi Banjir di Pasuruan Gebenur Jawa timur Khofifah Turun ke lokasi Banjir di Pasuruan / Redaksi (27-Mar-2026)

Pasuruan,Giripos.com - Banjir yang masih menggenangi fasilitas umum hingga organisasi warga di Kabupaten Pasuruan hingga saat ini, membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun ke lapangan, Kamis (26/3/2026).

Orang nomor satu di Jawa Timur ini menfatsngi setiap warga terdampak banjir di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso yang diungsikan di kamp pengungsian, tak jauh dari tempat tinggal warga.

Di sana, gebenur Jawa timur Khofifah membagi-bagikan sembako untuk para lansia maupun warga umum lainnya, serta makanan dan mainan untuk balita dan anak-anak. 

Tak hanya memberikan bantuan, ia juga berkeliling melihat kondisi banjir terkini dengan menggunakan perahu boat bersama Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto; Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani serta Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi. 

“Saya begitu datang langsung menerjang banjir untuk bisa melihat shelter dapur umum di Rejoso. Alhamdulillah dapur umum terus dibuat untuk supplai nasi bungkus bagi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan,” kata Khofifah di hadapan awak media.

Lanjutnya soal banjir di Pasuruan, Khofifah menegaskan bahwa berbagai langkah sudah dilakukan. Salah satunya penyedotan banjir melalui sistem pompanisasi. 

Hanya saja, pompanisasi yang dilakukan seperti di wilayah Rejoso sulit dilakukan karena posisi luberan air sungai dengan dataran yang sama tingginya. Sehingga baru bisa dilakukan penyedotan ketika air sungai mulai surut. 

“Kita sudah siapkan 6 pompa dari Dinas SDA Jatim dan 4 pompa dari Pemkab Pasuruan. Tapi tidak semua bisa berfungsi, karena dipompa mau ke mana, karena air di sungai sama tingginya dengan yang ada di sini,” tegasnya. 

Selain pompanisasi, Pemprov Jatim bersama Pemkab Pasuruan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga telah melakukan normalisasi sungai rejoso. Hanya saja, dalam satu tahun tidak semua aliran sungai dapat ternormalisasi karena keterbatasan anggaran. Sehingga semua pihak harus bekerja sama, termasuk masyarakat untuk bisa membantu pemerintah dengan cara berperilaku baik terhadap lingkungan.

"Ini jadi PR yang harus dicari sebagai solusi jangka panjang. Semua harus duduk bersama. Normalisasi sudah dilakukan tapi belum menyeluruh memang, dan masyarakat saya minta untuk bisa membantu dengan tidak membuang sampah ke sungai, tolong jangan membangun bangunan yang menghambat lajunya udara dan perilaku lain yang dapat mengakibatkan banjir ketika musim hujan datang," Ucapnya (Ag)

Related Articles