Menggali Potensi Calon Polri dari Talenta Muda "Taruna Bhayangkara" Banyuwangi
Daerah | 04-Mar-2024 05:57 WIB | Dilihat : 40 Kali
BANYUWANGI || Bratapos.com – Puluhan pelajar SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur, tampak antusias menerima materi sosialisasi dan pembekalan tentang peluang menjadi anggota Polri, bertempat di Aula gedung SMA Taruna Bhayangkara, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (04/03/2024).
Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Harry Kurniawan, yang di dampingi Kapolres Banyuwangi Kombes Pol Nanang Haryono menggali potensi muda berbakat yang lebih dari dua tahun ini telah menempuh pendidikan di SMA Taruna Bhayangkara yang menjadi satu-satunya di Banyuwangi.
"Potensinya di sini sangat besar, karena SMA 2 Bhayangkara ini adalah SMA yang sudah MoU dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Polda Jawa Timur. Yang dikhususkan dengan Biro SDM Polda Jawa Timur," terang Kombes Pol Harry Kurniawan dihadapan awak media.
Menurutnya, sosialisasi tersebut bukan hanya diberikan kepada SMA Taruna saja, melainkan diterapkan juga pada sejumlah SMA di Jawa Timur. Hal ini dikarenakan Polri memberikan peluang yang sama bagi calon-calon anggota Polri. Ia menegaskan, bekal utama yang harus dimiliki seorang calon anggota Polri adalah BETAH.
"Kami berpesan dalam recruitment anggota Polri, kita sudah ada yang namanya prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis)," ujar Kepala Biro SDM Polda Jatim.
Sementara Mujib Kepala SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi mengaku bangga, pada tahun 2023 ada 50 anak didiknya yang mendaftar ke Akpol dan 30 lainnya ke Unhan. Sedangkan pada tahun 2024 ini, sekolah yang ia pimpin telah menerima 249 peserta didik baru.
"Ada 678 pendaftar, kita seleksi jadi 463, dan yang lolos tahap tiga tinggal 320, sampai pada seleksi akhir yang lolos sebanyak 249 untuk TB 6 tahun 2024-2025," ungkap Mujib.
Mujib menambahkan, seluruh anak didiknya telah memiliki karakter yang kuat dan latihan fisik yang memadai, sehingga dipastikan siap menjadi calon-calon anggota polri ataupun militer yang potensial.
Selain berlatih fisik, anak-anak pun dibekali dengan pendidikan akademis memadai dilengkapi peralatan didik yang mempermudah proses belajar mengajar.
"Kami sudah kerjasama dengan Polda, ada pendidikan khusus untuk kelas 12. Sementara pendidikan akademis di ruang kelas ada LCD, laptop dan internet yang memadai," jelas Mujib.
Seluruh siswa tinggal di asrama sekolah dengan pengawasan ketat dari 17 pengasuh, dimana 10 pengasuh dari Polres Banyuwangi dan 7 dari Brimob Bondowoso yang telah mendapat SK langsung dari Kapolda Jawa Timur.
Pewarta : Ruslan AG
Editor/Publisher : Shelor
