Pemangkasan Tenaga Kebersihan di RSUD Mardi Waluyo Blitar Berimbas Serius, Sampah Berserakan di Mana-Mana

Daerah | 12-Jan-2026 04:28 WIB | Dilihat : 80 Kali

Wartawan : Arif Bli
Editor : Arif Bli
Pemangkasan Tenaga Kebersihan di RSUD Mardi Waluyo Blitar Berimbas Serius, Sampah Berserakan di Mana-Mana Foto : Sampah daun berserakan di area parkir. (giripos)

BLITAR || Giripos.com – Pasca pemangkasan massal tenaga kebersihan, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar disorot publik dan dikeluhkan keluarga pasien. Tumpukan sampah daun kering berserakan di area parkir memperparah ketidaknyamanan di rumah sakit.

Situasi ini memicu keresahan di antara pasien dan keluarga yang rutin beraktivitas di area rumah sakit.

“Saya kaget, ini rumah sakit tapi sampahnya dibiarkan menumpuk,” keluh Siti (45), salah satu keluarga pasien asal Kecamatan Sananwetan.

Kondisi ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari pemangkasan massal tenaga kebersihan oleh manajemen rumah sakit. Jumlah petugas yang tersisa dinilai tidak sebanding dengan luas area RSUD Mardi Waluyo, sehingga kebersihan tidak lagi terjaga secara optimal.

“Kami ini membawa orang sakit, bukan orang sehat. Kalau lingkungannya kotor begini, malah takut nambah penyakit,” tambah Siti.

Upaya efisiensi tersebut justru mengorbankan fondasi utama layanan kesehatan. Kebersihan bukan sekadar tampilan, melainkan kunci keselamatan pasien.

Sebelumnya, memo.co.id memberitakan bahwa harapan puluhan tenaga kebersihan untuk memulai tahun baru dengan pekerjaan layak justru berakhir kekecewaan. Mereka yang telah dinyatakan lolos seleksi dan bahkan mulai bekerja di RSUD Mardi Waluyo sejak Kamis (1/1/2026), mendadak menerima kenyataan pahit: status kelulusan mereka dibatalkan sepihak.

Keputusan itu disampaikan PT Sasana Bersaudara Indonesia (SBI) melalui surat pengumuman resmi bernomor 002/PNG/SBI/I/2026, sebagai perusahaan penyedia jasa tenaga kebersihan di rumah sakit tersebut.

Alasan pembatalan hanya disebut sebagai “kendala internal perusahaan” tanpa penjelasan rinci dan transparan. Kebijakan ini dinilai tidak manusiawi, mengingat puluhan kepala keluarga menggantungkan hidup mereka pada pekerjaan tersebut.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo, dr. Bernard Theodore Ratulangi, Sp.PK., menyatakan pihak rumah sakit telah menegur perusahaan rekanan terkait insiden ini.

“Kami sudah menegur PT-nya. Kok bisa seperti itu. Tapi soal penggantian pekerja, kami tidak tahu. Kalau terkait titipan, saya tidak tahu sama sekali,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Sasana Bersaudara Indonesia belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun telepon belum membuahkan respons.

Kisruh rekrutmen tenaga kebersihan ini kembali menyoroti tata kelola manajemen RSUD Mardi Waluyo. Transparansi, profesionalitas, dan keadilan dalam proses penerimaan tenaga kerja kini menjadi sorotan publik. (rifbli)

Related Articles