Penggerebekan Berujung Dugaan Pemerasan, Pekerja Vila Laporkan Pria yang Mengaku Polisi.

Hukum | 27-Jan-2026 08:11 WIB | Dilihat : 238 Kali

Wartawan : Arif Bli
Editor : Arif Bli
Penggerebekan Berujung Dugaan Pemerasan, Pekerja Vila Laporkan Pria yang Mengaku Polisi. Foto : Ilustrasi ( Doc. Istimewa )

BATU || GIRIPSOS.com – Dugaan praktik pemerasan dengan modus penggerebekan kembali mencuat di Kota Batu. Sejumlah pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian disebut melakukan penggerebekan di sebuah vila dan meminta uang kepada pekerja dengan dalih dugaan penyalahgunaan narkoba.

Peristiwa tersebut terjadi di Vila Desir 3, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, pada Jumat (24/10/2025).

Berdasarkan keterangan pemilik vila, sekitar lima orang pria datang ke lokasi dan mengaku berasal dari Polsek Junrejo, Polres Batu.

Pemilik vila menuturkan, para pria tersebut datang dengan sikap intimidatif. Salah seorang di antaranya disebut membawa benda yang diduga senjata api jenis pistol. Mereka kemudian membawa seorang pekerja vila berinisial AML menggunakan mobil berwarna silver.

“Tidak jauh dari lokasi vila, AML disebut akan dilepaskan jika menyerahkan uang sebesar Rp5 juta,” ujar pemilik vila kepada awak media, Selasa (27/1/2026).

Karena tidak memiliki uang sesuai permintaan, nominal tersebut kemudian disebut diturunkan secara bertahap hingga disepakati sebesar Rp1,7 juta. Setelah uang diserahkan, AML mengaku sempat menyampaikan tidak memiliki uang untuk makan, lalu salah satu pria tersebut memberikan uang sebesar Rp150 ribu.

Merasa menjadi korban pemerasan, keesokan harinya AML, didampingi istri pemilik vila, melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Junrejo. Dari laporan itu, disebutkan bahwa uang yang dikembalikan kepada AML sebesar Rp1 juta, sementara sisa uang lainnya masih belum diterima kembali.

Dalam proses penelusuran, awak media memperoleh nomor telepon salah satu orang yang ikut dalam penggerebekan berinisial EVN. Namun, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp awalnya tidak mendapat respons.

Untuk memastikan kebenaran adanya operasi kepolisian terkait dugaan narkoba, awak media juga mengonfirmasi ke Kasatresnarkoba Polres Batu.

“Nihil mas, tidak ada anggota bernama EVN,” ujar IPTU Bobby Abadi Rustam, S.H., M.H. singkat melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/1/2026).

Sementara itu, Kapolsek Junrejo Iptu Fredi Yopi Prawito, S.M. hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan meskipun pesan konfirmasi telah terbaca. Hal serupa juga terjadi pada Humas Polres Batu Iptu Mohamad Huda, yang belum memberikan respons atas konfirmasi awak media.

Beberapa jam kemudian, EVN menghubungi awak media dan mengakui ikut dalam kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya bukan anggota kepolisian aktif.

“Saya ikut, ada dua anggota dari Polsek Junrejo. Saya hanya sebagai sopir. Soal uang saya tidak tahu, dan setahu saya sudah dikembalikan,” ujar EVN melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (27/1/2026).

EVN juga menyebut bahwa target awal kegiatan tersebut adalah penindakan terhadap dugaan praktik prostitusi daring melalui aplikasi MiChat. Namun, karena tidak menemukan target, pekerja vila AML justru diamankan.

Hingga kini, kasus tersebut masih menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Dugaan penyalahgunaan identitas aparat serta praktik pemerasan menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyelidikan internal oleh institusi terkait guna memastikan kejelasan fakta dan akuntabilitas hukum.

( BLack )

Related Articles