Polusi Asap Pabrik Beton PT KBN Rugikan Warga Gladag Banyuwangi, Aktivis Lingkungan Angkat Bicara
Peristiwa | 21-Jan-2026 03:35 WIB | Dilihat : 242 Kali
Polusi Asap Pabrik Beton PT KBN Rugikan Warga Gladag Banyuwangi, Aktivis Lingkungan Angkat Bicara / Ruslan AG (21-Jan-2026)
BANYUWANGI || GIRIPOS.com — Aktivitas produksi pabrik beton milik PT KBN yang berlokasi di Jalan Sritanjung, Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, kembali menuai keluhan serius dari masyarakat sekitar. Warga mengaku resah akibat asap hitam pekat yang terus keluar dari cerobong pabrik dan mencemari lingkungan permukiman.
Asap tersebut kerap terbawa angin hingga masuk ke rumah-rumah warga, bahkan berdampak langsung pada lembaga pendidikan yang berada tepat di depan area pabrik. Kondisi ini dinilai mengganggu kesehatan, kenyamanan, serta proses belajar mengajar.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhannya kepada Dani Tri Wahyudi, aktivis lingkungan sekaligus Ketua LSM GERAM (Gerakan Rakyat Marjinal), saat melakukan investigasi lapangan pada Rabu (21/1/2026) siang. Warga menyebutkan bahwa permasalahan polusi asap ini bukan hal baru.
Menurut warga, musyawarah antara pihak pabrik, warga, dan Pemerintah Desa Gladag sebenarnya telah dilakukan beberapa tahun lalu. Namun, hasil pertemuan tersebut dinilai tidak memberikan solusi nyata, terbukti dari masih berulangnya keluhan hingga saat ini.
“Sudah pernah ada pertemuan, tapi kenyataannya sampai sekarang asap masih keluar dan makin mengganggu. Kami hanya ingin lingkungan yang sehat,” ujar warga tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya instansi terkait seperti DLH dan dinas perizinan, segera turun tangan secara serius. Mereka menuntut adanya pengawasan ketat, evaluasi menyeluruh, serta solusi konkret agar aktivitas industri tidak mengorbankan kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Ketua LSM GERAM Dani Tri Wahyudi mengaku prihatin atas kondisi yang dialami warga. Ia menilai keluhan yang terus berulang menjadi indikator kuat bahwa persoalan lingkungan di sekitar pabrik belum diselesaikan secara tuntas.
“Musyawarah memang sudah pernah dilakukan, tetapi keluhan warga kembali muncul. Ini menandakan ada persoalan serius yang tidak ditangani secara menyeluruh,” tegas Dani, saat di temui Giripos.com disela kegiatannya.
Dani menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan di lapangan dengan melakukan komunikasi dan koordinasi kepada instansi terkait, termasuk menelusuri legalitas serta proses perizinan pendirian dan operasional pabrik.
“Kami akan dorong pemerintah untuk membuka secara transparan izin lingkungan dan operasional pabrik PT KBN. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai investasi berjalan, tetapi keselamatan dan kesehatan rakyat diabaikan,” tandasnya.
LSM GERAM berkomitmen akan terus mengawal aspirasi warga hingga ada kejelasan dan langkah konkret dari pemerintah daerah demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan aman bagi masyarakat Gladag dan sekitarnya. (rag/01-bwi)
